Sunday , 19 November 2017
Home » HOT NEWS » Tika Bisono Mengamati Penonton Film  Indonesia
diskusi-musik

Tika Bisono Mengamati Penonton Film  Indonesia

Sebuah diskusi  mengangkat tema “Penonton Film Cerdas” digelar  oleh Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusbang Film Kemendikbud) dan Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI).

Diskusi yang dipandu Teguh Imam Suryadi  itu diselenggarakan  di kantor Kemendikbud Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, (25/11) itu menghadirkan beberapa pembicara yakni Tika Bisono (Psikolog), Rinayanti Harahap (produser film), dan Sahrul Gibran  (sutradara film Mars , sebuah film yang diputra sebelum diskusi dimulai), hadir pula Kepala Pusbang Film Kemendikbud Dr Maman Wijaya MPD.

Dalam diskusi tersebut, terkuak penonton film Indonesia lebih suka memilih menonton film asing, ketimbang film lokal. Menurut pengamatan Tika Bisono  hal ini terjadi karena rata-rata masyarakat Indonesia masih menganggap cerita film Indonesia bisa ditebak.

“Alur cerita selalu sama dari tahun ke tahun, dan kurang banyak penulisan resensi film di media.  Sementara,  jika menonton film asing, alurnya  lebih dapat memicu rasa penasaran. Belum lagi, film asing gencar dipromosikan, bahkan mereka sudah berpromosi  satu tahun sebelum film diputar!” ujar Tika

Namun menurut Tika, kondisi film Indonesia sekarang ini sudah lebih membaik. Ia mengambil beberapa contoh  film Indonesia yang patut di apresiasi, seperti ‘Laskar Pelangi’, ‘Nagabonar Jadi 2’, ‘Habibie’,  dan lain-lain. “Film-film yang memuat nilai edukasi seperti itulah yang seharusnya dipilih, dan  bukan film yang hanya keren saat promosi dan memajang posternya,”  ujar Tika

Selama ini, wajah penonton film di Indonesia  datang dari kalangan remaja pelajar,  mahasiswa dan dewasa. Kebanyakan mereka memilih film dengan genre percintaan dibanding film edukasi. “Selera penonton yang semacam ini perlu diberi pengarahan agar mereka bisa mendapat knowledge yang lebih dan dapat mempertajam wawasan sehingga dapat menunjukkan rasa kecintannya terhadap film lokal,” ungkap Tika

Jika ditanya, “Sudahkah masyarakat Indonesia menjadi penonton yang cerdas?” Maka jawabannya  menurut Tika sudah Cerdas. Namun, psikolog ini mengusulkan, selain film dijadikan hiburan, penonton juga  perlu membaca resensi film terlebih dahulu sebelum menonton. “Dari resensi  bisa dipilih film mana yang harus di tonton. Intinya, memilih tontonan yang baik, dan bukan sekadar  hanya penonton film yang sedang banyak ditonton banyak orang, : ujar Tika

Check Also

seno

AMI AWARD 2015 Pertarungan Muka Lama vs Muka Baru

Malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke 18  bakal digelar di Ecovention, Ancol, 22 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *