Thursday , 23 November 2017
Home » REVIEW » “The Philosophers”, Simulasi Menghadapi Kiamat Nuklir
  • The Philosophers

    Salah satu Adegan dalam bunker di "The Philosophers", di mana Cinta Laura beradu akting dengan bintang tenar dari Hollywood . Foto : Dok. SCTV

  • Ki-Ka : Herdiana Kiehl (Mama Cinta Laura), Presiden Direktur SCTV, Sutanto Hartono, dan Wicky Olindo saat Press Screning Film The Philoshopers di Senayan City, 4 Juni 2014 Foto :Muhamad Ihsan

  • Presiden Direktur SCTV, Sutanto Hartono (kiri) dan Wicky Olindo (kanan) saat Press Screning Film The Philoshopers di Senayan City, 4 Juni 2014. Sutanto menyebut, film ini menggapai sukses besar di Rusia Foto :Muhamad Ihsan

  • Presiden Direktur SCTV, Sutanto Hartono (kiri) dan Wicky Olindo (kanan) saat Press Screning Film The Philoshopers di Senayan City, 4 Juni 2014. Wicky Olindo menyebut Cinta bisa bermain dalam film The Philosophers dengan melalui casting ( Foto :Muhamad Ihsan

  • Ki-Ka : Herdiana Kiehl (Mama Cinta Laura), Presiden Direktur SCTV, Sutanto Hartono, dan Wicky Olindo saat Press Screning Film The Philoshopers di Senayan City, 4 Juni 2014. Foto :Muhamad Ihsan

“The Philosophers”, Simulasi Menghadapi Kiamat Nuklir

The Philosophers” adalah film bule, dimainkan artis bule, disutradarai orang bule dan mengunakan bahasa bule (Inggris). Namun dibiayai Indonesia dalam hal ini Surya Citra Televisi (SCTV) bekerja sama dengan Olive Branch Production. Lokasi syuting pun dipilih di Indonesia, antara lain di kawasan Candi Prambanan (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur) dan Pulau Belitung (Bangka, Sumatra).

Fim psikologis fiksi sains yang ditulis dan disutradarai John Huddles ini menampilkan artis berwajah bule antara lain Sophie Lowe, Rhys Wakefied, Bonnie Wright, James D’Arcy, Daryl Sabara, Freddie Stroma, dan Katie Findlay, termuat satu wajah campuran Indonesia –bule dan berdialek bule yakni Cinta Laura Kiehl.

“Ini memang salah satu salah satu syarat dari SCTV, selain lokasi syuting di Indonesia, juga harus ada pemain Indonesia,” ungkap Wicky Olindo dalam acara dalam press preview dan press conference film “The Philosphers” di Senayan City, 4 Juni 2014. “Jika ada 20 pemain yang terlibat di situ, dua diantara pemain wajib dari Indonesia. Karena itulah Indonesia mau berinvestasi dan karena itulah ada Cinta Laura juga Natasya di film ini. Namun keduanya tetap mengikuti audisi lebih dulu,” ujar Wicky lagi.

The Philosofers (di Amerika menggunakan judul “After The Dark”) bercerita tentang 20 siswa dari berbagai negara yang sedang menjalani pendidikan di sekolah internasional di Jakarta. Dalam pelajaran filsafat, Sang Guru menantang kelasnya untuk bermain simulasi tentang kelangsungan hidup umat manusia, setelah adanya bencana nuklir di Indonesia.

Para siswa diminta bertahan selama setahun berlindung di dalam bunker dengan konde kunci pintu hanya diketahui sang Guru. Di antara 20 siswa plus sang Guru, hanya boleh 10 orang yang tinggal dalam bunker. Selebihnya, dibiarkan musnah tercemar nuklir atau lebih dulu dibunuh oleh sang Guru.

Box Office di Rusia

Film yang menjalani syuting di Indonesia pada 2011 ini telah ditayangkan dalam kompetisi di Neuchâtel International Fantastic Film Festival pada tanggal 7 Juli 2013, juga ditayangkan dalam Fantasy FilmFest pada 21 Agustus 2013.

Presiden Direktur SCTV, Sutanto Hartono, menyebut film ini juga sudah diputar di Amerika dan di Rusia. “Khusus di Rusia pada opening weekend, film ini meraih pendapatan sebesar 700.000 dolar. Jumlah ini luar biasa. Dan kalau bicara Eropa Timur malah sudah menembus 1 juta dolar, ini benar-benar sangat surprising.” kata Sutanto.

Di Indonesia, “The Philosphers” akan ditayangkan di 76 layar bioskop di seluruh Indonesia pada 12 Juni 2014 mendatang. NS/

Check Also

P

Film Runaway

Film Runaway berkisah tentang Musa (Al Ghazali) yang ikut pergi pergi menemani ayahnya Surya Djatmoko ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *