Sunday , 19 November 2017
Home » Culture » GCN Membawa Harum Nama Indonesia di Pentas Tari Dunia

GCN Membawa Harum Nama Indonesia di Pentas Tari Dunia

Kesenian Indonesia yang  kaya dngan ragam budaya sering mujur ketika dikompetisikan ke luar negeri. Salah satunya lewat  seni Tari. Dan Gema Citra Nusantara (GCN) yang sudah memasuki usia 11 tahun itu, merupakan salah satu sanggar yang kerap memetik kemenangan dalam kompetisi itu.

Salah satunya pada tahun 2012, CGN melatih dan membawa SD Islam Al Ikhlas,  ke Jerman untuk mengikuti kompetisi Tari “Saat itu saya sebagai Art Director, kami menang Juara I Grand Prix de Folklore 23, International Dance Festival for Children, di Damgarten, Jerman dan bersama sekolah yang sama, setahun kemudian kami  memenangi XX International Dance Festival Gorzow, 2013, Polandia,” ungkap  Ketua Umum GCN, Mira Marina Arismunandar dalam press conference di Jakarta selatan, 29/06.

GCN  didirikan pada 2004 oleh Mira Arismunandar, Dicky S, Andini Karissa, Indah Alamanda dan Karina  Laksminingrum, memiliki kegiatan Galang Budaya Nusantara, yakni aktivitas melestarikan kebudayaan tradisi dan menanamkan  rasa cinta pada nilai budaya Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah, dari SD sampai SMA sederajad  atau kelompok masyarakat yang interes di bidang seni, khususnya tari. Team kreatif GCN, menghubungi sekolah-sekolah, mengajar tari, musik, sampai mengantarnya mengikuti festival atau kompetisi seni di luar negeri.

Di luar SMP Al Ikhlas, GCN membuka kerjasama sebagai pelatih untuk SMA Bakti Mulya, SMA I Pamijahan – Bogor, SMA Cendrawasih Jakarta, SMA 24, MTS Pamulang, Mira juga dikenal sebagai Staf Pengajar di Institut Musik Daya Indonesia.  Bersama GCN dengan beberapa sekolah itu juga pernah tampil mengikuti Arts Festival atau mengisi acara di KBRI, KJRI di Itali, Inggris, Spanyol, Ryadh, Jepang, Swiss. Australia, Hungaria, Kanada, Belanda, Hongkong, China, Slovakia, Slovenia, Kenia dan lain-lain.

GCN memiliki misi melestarikan dan mengembangkan seni tradisi. “Di luar itu juga  memberi edukasi pada masyarakat luas, bahwa lewat seni pun bisa memperkuat NKRI, “ ujar Rully Chairul Azwar, mantan Ketua Komisi X DPR  yang merupakan “Dewan Pembina dalam GCN.

Sementara itu Mira Arismunandar menambahkan Visi GCN, memang ingin menjadikan generasi muda sebagai individu yang berbudaya, misinya menggelar berbagai kegiatan yang didalamnya mencakup nilai-nilai budaya Indonesia, misalnya tari, musik, dan kostum daerah.

GCN juga mengadakan kegiatan pengajaran di sekolah-sekolah, di komunitas anak muda yang interes di bidang seni budaya, secara gratis, “Tapi, jika mendapat undangan pementasan maupun kompetisi, terutama di luar negeri, orang tua siswa harus ikut membiayai, sehingga kami tidak harus disibukkan cari sponsor yang besar,” ungkap Mira.

GCN memiliki nomor tari unggulannya dalam pentas di Indonesia dan LN, antara lain dari Aceh, Sumatera Barat, Melayu, Betawi, Jawa Barat, Bali, Kalimantan, Sumatera Selatan, dan beberapa tarian yang menjadi beda, setelah dimodivikasi oleh koreografernya, Mira Arismunandar, misalnya Tari Kipas atau tari asal Aceh. Mira adalah Alumni Sospol Unpad, puteri mantan Rektor ITB dan Mendikbud Wiranto Arismundandar.

Untuk melatih para penari, Mira mengajak sang Guru tari  Aceh,  Marzuki atau biasa disebut Pak Juki.  “Kesenian kita di luar negeri  selalu mendapat  tanggapan hebat. Jika kita ikut festival dipastikan menang dan bisa mengharumkan nama bangsa. Namun,  di negerinya sendiri, tarian  kurang mendapat dukungan,” ungkap Pak Juki dengan tercekat.

Untuk sampai pentas ke LN, GCN mendapat rekomendasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (waktu kabinet SBY), Kemendikbud, Djarum Bakti Budaya, dan tak kalah menarik, mereka menjali kerjasama dengan Kiny Tours, perusahaan travel agent yang juga memiliki interes di bidang seni budaya.

“Kiny Tours punya visi dan misi yang sama dengan GCN, mengangkat budaya Indonesia ke pentas dunia. Ini amat membanggakan Indonesia, karena rombongan artis yang dibawa GCN dan Kiny Tour, sering menang dalam kompetisi di luar negeri, “ kata  Kiki Puspita Sari, Direktur Kiny Tours.

“Kerjasama pertama dengan Kiny Tours, saya sebagai Art Director-nya adalah saat membawa SMP Al Ikhlas, kami menjadi juara I di Superdance from Folk to Modern di St Petersburg, Rusia, “ kata Mira, Ibu tiga  puteri yang juga penari : Karina, Karissa dan Kirana yang juga isteri seorang Diplomat yang bertugas di KJRI Sydney, Dicky Soerjanatamihardja, MA.

Dicky juga bertugas sebagai Anggota dewan Pembina GCN bersama Rully Chairul Azwar, TrIesna Jero Wacik dan Marzuki Hasan.

Dalam waktu dekat GCN dan Kiny Tours, akan bekerja sama lagi  untuk menghadapi pementasan di London  dalam  ajang Llangolen Eistedfood 2015 yang akan digelar di Llangolen, Inggris, 3 – 8 Juli 2015 dan pada Oktober 2015, akan terbang ke Kyoto, Jepang ambil bagian pada Folk Ido Festival 2015.

“Kiny Tours bangga menjadi bagian dari promo wisata dan budaya Indonesia di luar negeri, dan Kiny Tours adalah travel resmi yang mendapat dukungan dari Direktorat Kesenian dan Perfilman Kemendikbud, “ ujar  Kiki  menutup percakapan.

Check Also

isyana2

Isyana Jadi Brand Ambasador Emina

Penyanyi pendatang baru dari Sony Music Entertainment Isyana Sarasvati selalu tampil sederhana, bersahaja, tidak menor, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *