Thursday , 23 November 2017
Home » REVIEW » Film Runaway
P

Film Runaway

Film Runaway berkisah tentang Musa (Al Ghazali) yang ikut pergi pergi menemani ayahnya Surya Djatmoko (Ray Sahetapi) guna menemui relasi bisnisnya di Hongkong. Di sebuah taman di Hongkong, dompet Musa dicuri pencopet cantik bernama Tala (Tatjana Saphira). Tala sendiri terlebih dulu tinggal di Hongkong bersama pamannya Toni (Edward Akbar) dan ibunya (Dewi Irawan) yang mantan TKW dan sedang sakit keras serta butuh pengobatan, Mereka terjebak tidak bisa pulang ke Indonesia karena paspornya bermasalah, sehingga akhirnya Tala mengikuti jejak pamannya yang terbiasa judi dan mabuk untuk menjadi pencopet di jalanan.

Akibat  peristiwa pencopetan itu, kemudian mengawali pertemuan Musa dengan Tala, yang terjebak dan senantiasa berusaha lari dari masalah mereka. Bagi Musa, Tala adalah jawaban dari semua kebosanan dan kemarahannya pada sang ayah. Sebaliknya, bagi Tala, Musa merupakan jalan keluar dari semua kesulitan hidupnya di negeri yang asing ini. Sekalipun pada akhirnya, Musa dan Tala menemukan adanya cinta yang tulus yang tumbuh dihati keduanya, namun mereka tidak melihat adanya masa depan bagi hubungan tersebut.

Meski benih benih cinta telah timbul diantara keduanya, namun Tala menyadari kalau hubungannya dengan Musa tidak nyata adanya karena mereka berasal dari dua dunia yang berbeda. Dan kenyataannya, kisah asmara antara Musa dan Tala memang tak berjalan mulus, terlebih Musa kemudian juga harus berhadapan dengan gangster Hongkong yang merasa memiliki Tala.

Film Runaway produksi Maxima Pictures yang dibesut sutradara Guntur Soeharjanto merupakan film romantic action  yang melibatkan Al Ghazali sebagai peran utamanya. Meski ini pmenjadi pengalaman pertama bermain film yang langsung bergenre action, namun untuk melakukan adegan fighting bukanlah hal sulit bagi Al Ghazali yang memiliki basic olahraga boxing. Selain Ray Sahetapy dan Tatjana Saphira, film ini juga dibintangi oleh Willy Dozan, Kimberly Rider, Dewi Irawan, Edward Akbar, Mario Maulana dan Nigel Ryder. Film berdurasi sekitar 90 menit yang kebanyakan mengambil lokasi syuting di Hongkong ini mulai dapat disaksikan serentak di bioskop Indonesia mulai tanggal 24 juli 2014 bertepatan dengan libur lebaran. MusisiIndonesia | Foto: Istimewa

Check Also

Radiuz-band-1

Radiuzt Band Buka Konser Slank di JIExpo

Radiuz band 1Wajah-wajah ceria penuh bangga diperlihatkan oleh para Personil Radiuzt Band usai tampil di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *